Mengenal Theorobin Si Tukang Ketik



Assalamualaikum wr, wb. Salam lestari, salam rimba, dan salam sejahtera untuk kita semua! Perkenalkan, Nama saya Theorobin, umur 20 tahun, hobi saya jalan-jalan dan bercerita. Saat ini, saya sedang menempuh kuliah di salah satu universitas di Kota Malang.


Tujuan saya menulis di blog ini cukup sederhana. Dengan menulis di blog ini, besar harapan Supertramp dapat berbagi pengalaman melalui kisah-kisah perjalanan, baik kisah saya pribadi ataupun kisah perjalanan saya bersama teman-teman saya. Bisa juga berbagi pandangan mengenai hidup. Kebetulan saya yang diamanahi oleh pendiri Supertramp untuk berbagi cerita tentang perjalanan saya, alasan dia sih simple, karena saya cukup sering jalan-jalan dan sangat suka bercerita. Padahal, bisa dibilang perjalanan hidup si pendiri juga lumayan untuk ditulis. Ya sebenarnya ga nulis juga sih, orang buktinya ngetik, hehe. Di blog ini, saya akan bercerita pengalaman jalan-jalan saya secara berurutan, jadi gak yang asik-asik doang, ya walaupun belum tentu ada yang asik sih hahaha. 


Tentunya saya dan teman-teman Supertramp memiliki tujuan lain, MENJEMPUT REZEKI. Iyalah ngapain munafik? walaupun ini bukan tujuan utama, tapi saya tidak ingin dibilang munafik, menurut saya tidaklah salah mencari uang, yang salah ketika saya pura-pura memberikan edukasi kepada pembaca, pura-pura tulus, nyatanya saya cuman cari uang saja. Saya tidaklah pintar, saya tidak berani menyatakan diri saya sebagai “pengamat hidup” waduuu hahaha, lebih baik saya sekedar memberikan pendapat serta pandangan saya dalam hidup melalui cerita perjalanan saya, yang mana mungkin ada nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil baik secara langsung ataupun tidak, dan jika orang-orang merasa cocok, mungkin saya dan teman-teman saya akan mendapat hadiah berupa uang atau bentuk rezeki lainnya, jika tidak pun, saya biasa-biasa saja. 


Mungkin sedikit berbeda dengan beberapa orang diluar sana, yang mana traveling untuk mendapatkan uang. Kalau saya dan teman-teman saya, bukan tipikal orang seperti itu, kami tetap jalan-jalan meskipun tidak menjualnya di blog, vlog, atau dengan cara lain. Pun dengan saya mendapatkan uang, saya bisa bercerita lebih banyak, karena pastinya saya dapat mengeksplorasi tempat-tempat yang tidak pernah saya singgahi sebelumnya, pun saya meyakini sepenuh hati, bahwa nantinya dengan berjalannya Story from Supertramp ini, saya dapat membawa kebaikan ke semesta dan isi nya, Aamiin.


Sebenarnya ada tujuan lain, tujuan utama Supertramp, yang mana bukan bermaksud untuk menggurui, namun dilubuk hati saya dan teman-teman saya, kami ingin membantu menyadarkan kepedulian tentang lingkungan, ketika saya bicara tentang lingkungan, maknanya meliputi lingkungan alam dan sosial. Pun belakangan ini seringkali ditemui peristiwa dimana manusia sudah lupa bagaimana menjadi manusia, sesama manusia saja sudah kehilangan keharmonisan, bagaimana dengan alam? Menurut saya, seseorang yang benar-benar menjaga kelestarian alam dapat dipastikan kemanusiaannya tinggi. Bukannya saya mengeneralisasi, saya mengutarakan apa yang selama ini saya amati. Karena saya pribadi meyakini, sudah seharusnya manusia hidup bersinergi dengan alam. Jadi kedepannya, tidak menutup kemungkinan bahwa Supertramp tidak sekedar bercerita tentang traveling atau backpacking. 


Traveling? Backpacking? Bukannya sama aja ya? Secara singkat akan saya jelaskan perbedaan antara dua istilah tersebut. Traveling, yaitu jalan-jalan yang tidak sekedar jalan-jalan. Et gimanasih, gini-gini, traveling sendiri menurut saya dapat diartikan sebagai jalan-jalan yang memiliki tujuan, identik dengan pencarian “sesuatu yang baru” dalam hidup, namun, sesuatu tersebut dicapai dengan aktifitas langsung atau kegiatan outdoor dimana tidak sekedar hati dan pikiran yang bekerja namun diimbangi juga dengan aktifitas fisik. Traveling sendiri menggunakan biaya yang cenderung lebih banyak ketimbang backpacking. Nah kalau backpacking sendiri itu apa sih? Secara garis besar backpacking memiliki arti yang sama dengan traveling, namun, backpacking cenderung lebih “mandiri” serta irit dalam praktiknya. Baik irit dalam uang, pun dalam waktu. 


Saya sendiri lebih suka mengamini yang mana? Saya tidak tau secara pasti yang mana, mungkin tidak mengamini dua-duanya ataupun sebaliknya, secara bahasa, saya lebih suka menggunakan istilah “jalan-jalan”. Namun secara praktik, saya mempraktikan dua-duanya, karena dua istilah itu sangatlah relatif jika harus digunakan sebagai definisi pasti sebuah perjalanan. Menurut saya, akan lebih bijak jika pembaca menilai sendiri. 


Dalam menjalankan Supertramp kedepannya, kami memiliki filosofi “Grow with Plants”. Maksudnya adalah, andai kata Supertramp sukses kedepannya (Aamiin Ya Allah), Supertramp berjanji akan membantu semaksimal mungkin dalam menjaga kelestarian alam. Pun dalam konteks jalan-jalan, saya sendiri tidak menggunakan “isme-isme an” atau ideologi apapun. Saya tidak mencari ketenangan, saya hanya mencari suasana baru agar ketenangan yang saya miliki dapat lebih baik, lebih bersyukur dalam menjalani hidup, dan terpenting, mengamati segala fenomena yang terjadi dan mengambil kesimpulan dari fenomena tersebut. Lalu mengaitkannya dengan fenomena sosial yang belakangan ini kerap terjadi.


Eh apa sih lebay banget? Intinya, saya membuang itu semua, saya cuman mau bahagia sama teman perjalanan saya, asal gak ngerugiin lingkungan, itu sudah cukup. Sisanya akan mengikuti. #kelas


Saya rasa cukup segini dulu, tulisan berikutnya akan menjadi cerita pertama dari kisah perjalanan saya. Peace be upon you.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Hari Untuk Selamanya

Tentang Solar dan Adiknya, Si Soang

Malam Jatuh di Argopuro