Tentang Solar dan Adiknya, Si Soang

 





Seorang bapak-bapak yang tetiba minta foto padahal gapunya hp hahaha

    Assalamualaikum Wr, Wb. Salam lestari, salam rimba, dan salam sejahtera bagi kita semua. Sebelumnya maaf kalau teman-teman ada yang kecewa atau bagaimana, alangkah baiknya tulisan ini dibaca sampai habis, karena ini sudah menjadi paham dasar sons berdiri. Tulisan ini ditujukan untuk salah satu itikad baik dari Sons yaitu Solar. Didalam Solar (SOS Belajar) terdapat satu metode yang akan dibuat, yaitu Soang. Soang merupakan singkatan dari Sons of Supertramp NGaji. Jadi, dalam salah satu metode mencari kebenaran, sons tak malu untuk mendeklarasikan metode ngaji sebagai salah satu metode paling efektif dalam mendapatkan kebenaran guna pencerahan. Tak lupa, jangan dibawa tegang, santai-santai aja, kajian sambil ketawa dan nongkrong hahaha.

Tapi tenang saja, insyaAllah sons bukanlah tipikal pemuda yang terkesan hijrah atau bagaimana pun anggapan dari para pembaca. Karena jujur saja, sons merasa jijik jika dianggap begitu. Biarlah sons dianggap sebagaimana kalian mengenal sons, kami hanyalah berandalan yang berusaha baik. Biarlah tuhan yang menilai, manusia hanya bisa berupaya. 

Seorang teman sons yang atheis pernah bertanya kepada sons, ia bertanya 'setelah patah hati hebat dan cukup nestapa yang lu lewati dalam hidup, lu kan jadi orang yang sekarang bisa dibilang nih ...... (bbrp kata pujian yang riskan riya hahahaha), nah lu merasa jadi orang yang baru gitu gak sih dari diri lu yang dulu ke sekarang? jawab jujur dan cepet jangan mikir'. Sons pun menjawab sons tidak merasa berganti identitas intinya sons tetap berandalan yang dulu hanya berupaya membaik. Teman sons pun menganggung tersenyum sumringah, sons penasaran ada apa sebenarnya. Teman sons tak mau menjawab, hingga akhrinya sons bertanya-tanya terus akhirnya ia menjawab 'Jujur ya, jawaban lu keren mampus dan ga semua orang kaya gitu, rata-rata orang kalo udah jadi ......... biasanya bakal merasa dia punya identitas yang baru'. 

Alhamdulillah, seneng dikit hehe, tapi kenapa sons jawab gitu karena sons gamau ga bersyukur sama tuhan. Kenapa bisa begitu karena bayangin aja, tanpa dosa dan kesalahan diri anda dimasa lalu, besar kemungkinan anda tidak akan mendapatkan kebenaran yang sekarang. Berterimakasih lah juga kepada diri anda yang sudah berjuang selama ini bersama anda. Meski kebenaran itu relatif, tapi nyatanya itu yang cocok dan bantu anda survive sampe sekarang. Udahlah bersyukur aja, tuhan maha pengampun dan baik. Sons berterimakasih sama diri sendiri di masa lalu yang berandalan parah, meski skrg ada potensi berandalan lagi dan emg masih hehe, intinya karena kita pernah salah, kita jadi bisa tau yang bener.

Dalam hidup sons menerapkan dua filosofi, filosofi dokter dan koki. Dokter tidak perlu merasakan suatu penyakit terlebih dahulu untuk tau obat dari suatu penyakit, namun koki harus mencoba makanan yang ia masak terlebih dahulu guna mengetahui kalau makanan yang ia masak sudah layak atau belum untuk di sajikan. Kalau makna dari kalimat tersebut, mungkin teman-teman bisa paham sendiri. Intinya manusia harus tau mana yang harus dicoba sendiri mana yang pengalaman orang lain udah cukup buat batasan diri. Gaperlu make putaw buat tau putaw itu gak baik, tapi perlu mencicipi nasi goreng bang endut untuk memastikan apakah word of mouth dari orang-orang yang bilang nasi goreng tsb enak beneran apa ngga.

Satu hal yang perlu dipahami pembaca, pandanglah diri sendiri menggunakan kacamata syariat, dan gunakanlah kacamata hakikat dalam melihat orang lain. Maknanya, pandanglah diri sendiri dan sering-sering evaluasi, lebih baik rendah hati dan jangan menilai orang lain dari apa yang bisa kita lihat. Jangan menilai sesuatu berdasarkan batas pemahamanmu. Karena bisa jadi orang yang kamu lihat bau, kotor, dan lain-lain, ternyata dirinya lebih baik dimata tuhan. Bukan porsian manusia untuk menilai orang lain. Tentu kata-kata ini situasional, akan sering bentrok jika digunakan dalam hal-hal pekerjaan. Contohnya, kalimat tersebut tidak tepat jika digunakan untuk seorang marketer, karena marketer harus bersetelan sebaik mungkin guna cerminan perusahaannya.

    Salah satu alasan sons ingin membuat ini yaitu, banyaknya pencarian batin yang tersesat. Pencarian itu baik, entah mau disebut perjalanan spiritual, pencarian makna hidup, atau apapun itu. Tapi teman-teman sekalian itu butuh mentor atau minimal buku yang dapat dijadikan pedoman agar pikiran teman-teman tidak liar dan merasa mendapat kebenaran padahal itu hanyalah kesalahan yang dipenuhi tipu daya sementara menuju selamanya.

    Banyak yang hilang arah, terlebih lagi di saat pandemi ini, isu kesehatan mental benar-benar meningkat. Mungkin teman-teman punya pemikiran bahwa tak ada kaitannya kesehatan mental dengan agama. Sons tidak ingin berdebat disini, alangkah baiknya kita bertemu dan diskusi. Karena yang sons percaya, obat itu bisa lewat mana saja. Yang pasti datang dari Allah SWT, tapi jalurnya beda-beda entah lewat agama, psikiater, psikolog, dokter internis, tukang jamu, penjaga warung kopi, tukang parkir, dan siapapun itu. Semoga lewat Soang ini, selain kita menguatkan diri dari segi batin yaitu menerapkan syariat islam. Sons juga ingin menerapkan silaturahmi sebagai ajang bercanda dan cerita. Ceritakan semua keluh kesahmu bersama sons, sons ingin menemani kalian dari individu terkecil. Cukuplah pemerintah dan segala kabinetnya bermain di skala besar, harapannya kami dapat menemani tiap curahan anak kuliah, pekerja, pedagang kaki lima, dan siapapun itu tak peduli latar belakang nya apa.

    Jangan pernah anggap sons akan diskriminasi terhadap elemen tertentu seperti beda agama sekalipun. Juga, mau kamu banci, maling, pembunuh, pemabok, fuckboy, tukang giting, penjudi, kaya, miskin, atheis, agnostik, homo, lesbi, cacat fisik, atau apapun itu, kami menerima kalian segenap hati bak keluarga kami sendiri, kami ingin menemani kalian. Terlepas dari semua elemen tersebut, perbedaan latar belakang aliran agama pun tetap kami terima, meski mungkin saudara/i suatu saat merasa kurang cocok dengan amaliyah yang kami gunakan (Imam syafii dan referensi NU), saudara/i bisa pulang tanpa akan kami ghibahkan. Kami menghormati tiap pilihan yang ada, selama perbedaan tidak menghalalkan darah dan merugikan lingkungan (alam dan sosial).

    Satu-satunya yang sons hindari adalah, mereka yang ingin memanfaatkan wadah perkumpulan ini sebagai niat eskalasi. Sebenarnya kami akan menerima nya didalam perkumpulan yang ikhlas ini, namun sons yakin bagi mereka yang tidak tulus dan ikhlas niat yang baik, mereka pasti akan tersingkir.

    Disana, dimarkas Soang nanti, kita akan berbagi keceriaan, bernyanyi, ngopi bersama, dan berbagi dari segi fisik (makanan, minuman, dll) hingga segi batin (curhat-curhatan). Ditengah pandemi ini, banyak sekali yang stress, sons ingin sekali membantu sebisa mungkin. Salah satu faktor penyakit hati atau penyakit mental menurut sons ialah manusia itu sendiri terlalu memaksakan kehendak dirinya, enggan untuk ikhlas dan bersyukur. Juga menahan semua beban didalam diri yang mungkin niat awalnya baik, tapi nyatanya manusia itu punya batasan. Sons ingin menemani kalian, tentunya setelah syarat pertama Soang terjadi, yaitu shalat bersama lalu mengaji.

    Tentang sistematis acara, biasanya dilaksanakannya isya berjamaah, kalau bulan puasa sekaligus shalat tarawih. Pokoknya, abis shalat jamaah kita ngaji bersama, kalau tidak bisa akan diajarkan pelan-pelan gausah sungkan. Disana banyak bekas mantan preman juga hahahaha. Untuk teman-teman yang non islam, atheis, agnostik pun tenang saja, sons tidak akan memaksakan ngaji atau shalat. Intinya tidak akan ada paksaan.

    Kebetulan sons sendiri sengaja mencari guru yang betul-betul menguasai aspek syariat (fiqih), hakekat (tasawuf), ilmu kebatinan, ilmu metafisik, dan banyak disiplin ilmu lainnya. Agar apa yang ingin ditanyakan teman-teman, insyaAllah menemukan solusinya. Tapi ingat, yang terpenting sebelum bertanya atau nongkrong bersama, wajib untuk shalat dan ngaji sebisanya bagi yang muslim. Karena untuk mencapai cinta yang hakiki, pertama kita harus menyiapkan diri sendiri.

    Soang salah satu cara dalam Solar, nantinya akan menjadi perjalanan panjang. Pembahasan seperti ekologi vs ekonomi, tradisional vs modern, dan banyak lagi. Kebenaran hanyalah milik Allah SWT semata, tapi manusia wajib mencarinya, dengan niat yang altruis juga pemahaman dasar bahwa kebenaran dalam konteks dunia (bumi) hanya sanggup mencapai koma dan tak sanggup mencapai titik. Dengan bekal itu insyaAllah sons dapat menebar kebaikan, menjadi penengah dari segala masalah, dan mengupayakan Rahmatan Lil-Alamin.

    Suatu hari nanti insyaAllah sons juga bakalan bikin klub motor, tujuan tiap perjalanan berkendara adalah menuju daerah yang sedang mengalami deforestasi dan tiap anggota perjalanan akan membawa bibit pohon yang akan ditanam dilokasi tujuan. Yang ikut riding bebas mau preman mau siapa juga bebas, karena disini kita merangkul semua elemen.

    Cita-cita final sons adalah, dapat mengupayakan pemerataan pariwisata di Indonesia dari Sabang-Merauke, dan dalam pembangunannya, digunakanlah bangunan yang ramah lingkungan. Sons tidak mencari uang sebanyak dan setamak itu, sons hanya butuh kebutuhan fisiologis keluarga sons tercukupi, yang penting sons bisa meningkatkan perekonomian Indonesia lewat pariwisata dan makin membangkitkan eksistensi Indonesia di mata dunia. Semoga saja, kelak nanti, tiap satu bulan sekali, sons dapat mengunjungi salah satu provinsi di Indonesia, yang disana akan dibuat api unggun disuatu tempat kemah, yang kita semua dapat duduk melingkar, membicarakan topik-topik yang kadang remeh tapi sebenarnya berat sambil tertawa, saling berbagi dan penuh senyum yang akan membuat kita bahagia sekaligus bersyukur, belum lagi dapat dibayangkan kalau setiap acaranya ramai, otomatis tukang cilung, bakso, dan umkm lainnya pasti akan berkumpul guna mencari rezeki. Betapa indahnya hidup ini. Fatum Brutum Amor Fati, cintailah takdir meski takdir hadir begitu brutal! Semoga saja sons dan kita semua tidak pernah ujub juga konsisten dalam menjalani visi misi hidup. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Hari Untuk Selamanya

Malam Jatuh di Argopuro